| Trotoar Bebas dari Pedagang |
|
|
|
| Selasa, 02 Juni 2009 | |
Satpol PP Gelar Razia di Jalan Nusantara
‘’Trotoar itu bukan tempat berjualan. Itu untuk pejalan kaki. Inilah yang kita beri penyadaran kepada masyarakat pedagang dan pengguna trotoar yang salah,’’ ujar R Toni Sugestiana, Kepala Seksi Penentraman dan Penertiban (Trantib) Satpol PP kepada Tribun saat menggelar razia simpatik di sepanjang jalan Nusantara, Senin (1/6). Beberapa ruas jalan seperti di Jalan Nusantara, Jalan Pramuka, dan Jalan A Yani tampak sangat tidak nyaman bagi para pejalan kaki. Hal ini disebabkan hak pejalan kaki dirampas sejumlah pedagang yang dengan seenaknya menaruh barang dagangan dan gerobaknya. Seperti terlihat di sekitar pasar Sri Karimun, pemiliki toko di kawasan ini memajang gantungan barang dagangannya hingga menjorok ke trotoar. Dampaknya, pejalan kaki harus merunduk atau menyingkir ke badan jalan agar dapat meneruskan perjalannya. Demikian juga dengan warga yang memarkir kendaraan roda duanya mengakibatkan hal serupa. Pemerintah daerah yang menempatkan pot bunga di sepanjang trotoar juga turut mengganggu pejalan kaki melintasi trotoar. Dampaknya, pejalan kaki mengalah hingga harus berjalan di badan jalan. Dampaknya lagi, lalulintas menjadi semrawut karena mengganggu pengendara yang lewat. Sementara itu sebanyak 16 personil Satpol PP dikerahkan dalam aksi penertiban simpatik ini. Tak ada perlawanan berarti dari pedagang yang diberi imbauan untuk memindahkan gerobaknya, hanya saja sejumlah pedagang tampak kecewa karena imbauan dinilai terlambat. ‘’Kenapa tidak dari dulu saja. Dan pemerintah harus memberi sanksi tegas dan tidak pandang bulu dalam melakukan tindakan penertiban,’’ ujar seorang pedagang kepada Tribun di sela aksi penertiban tersebut. |
| < Prev | Next > |
|---|





KARIMUN, TRIBUN - Banyak trotoar di kota Tanjungbalai Karimun trotoar berubah fungsi menjadi tempat berdirinya gerobak, barang dagangan, pot bunga dan parkir motor. Padahal, fungsi utama trotoar diperuntukan bagi para pejalan kaki.
